Adakah yang Berani Menyangsikan Kehebatan Madu?

Adakah yang Berani

Menyangsikan Kehebatan Madu?

 

Mengonsumsi madu untuk membuat badan bugar dan bebas dari penyakit sudah dilakukan orang sejak dulu. Konon, ratu Mesir yang terkenal dengan kecantikannya, Cleopatra, menggunakan madu untuk merawat kesehatan dan kecantikan. Di Jepang, masyarakatnya membiasakan diri minum madu tiap malam agar esoknya bisa bangun tidur dalam keadaan bugar.

Adakah dasar yang menyatakan minum madu itu bagus bagi kesehatan? Selain sejumlah penelitian ilmiah, kitab suci agama-agama besar menyebutkannya.

(1) Al-Quran (An-Nahl: 69) menyatakan, “Keluarlah dari dalam badannya minuman (madu) yang berlainan warnanya, yang mengandung penawar bagi manusia dari berbagai macam penyakit.”

(2) Injil (24: 13) menyatakan, “Anakku, makanlah madu, karena itu baik.”

(3) Weda Arthavaveda (II.3.1) menyatakan, “Minumlah Ghee, madu, dan susu karena baik untuk kesehatan.”

(4) Tripitaka (Vinaya Pitaka [Mahavagga] VI.208.15:10) menyatakan, “Dalam ajaran Buddha ada 5 macam obat yang dikonsumsi para bhikku setelah mereka makan siang, salah satunya madu. Selama 3 bulan para bhikku dan bhikkuni tak mengonsumsi apa-apa kecuali madu.”

Kalau kitab suci yang menyatakannya, apakah kita berani menyangsikannya? Sekarang, kepada Anda kami tawarkan jenis madu yang lain dari yang lain, yakni madu pahit, hitam, dan kental, dengan nama Madu Bima 99. Manakah yang lebih unggul? Menurut sejumlah konsumen, madu pahit lebih mantap. Karena, tak lama setelah meminumnya manfaatnya langsung terasa. Seperti yang dikatakan pemuda 32 tahun di Bandung, yang juga seorang pengusaha, ini. Ia mengaku, selama tujuh tahun berkeluarga, baru kali ini ia merasakan hubungan suami-istri yang luar biasa. Dan itu ia alami setelah empat hari meminum Madu Bima 99.

Kini, di pasaran, Madu Bima 99 bisa diperoleh di apotek, toko obat, dan outlet-outlet lainnya. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi @madubima99 dan www.facebook.com/Madu Bima 99.

Related posts