Apa itu Penyakit Anemia

Gejala Penyakit Anemia, Penyebab Penyakit Anemia, Ciri-ciri Penyakit Anemia, Tanda-tanda Penyakit Anemia dan Pencegahan serta Pengobatan Penyakit Anemia.

Apa itu Penyakit Anemia

Anemia adalah berkurangnya jumlah sel darah merah atau kandungan hemoglobin didalam darah. Anemia bisa terjadi pada siapapun baik itu anak muda ataupun orang tua. Hemoglobin (Hb) adalah suatu senyawa protein pembawa oksigen didalam sel darah merah. Sel darah merah di produksi di sumsum tulang. Sebagai bahan baku diperlukan zat gizi dari makanan, termasuk berbagai vitamin (B2,B12) dan mineral (zat besi). “Apa itu Penyakit Anemia”

Berikut adalah gejala yang dialami oleh penderita anemia :

– Mudah letih bila melakukan aktifitas fisik/mental

– Nafas Pendek

– Pucat

– Pusing

– Tidak Nafsu

Apabila anda mengalami gejala sakit anemia diatas, sebaiknya anda waspada dan perlu mengetahui hal-hal yang merupakan penyebab penyakit anemia, seperti pendarahan (luka, haid berlebihan, dan cacing tambang), keruskan sel darah merah yang berlebihan (disebabkan reaksi transfusi yang tidak cocok), serta produksi sel darah merah berkurang atau kurang gizi (zat besi, vit B2), gagal ginjal, kanker, dan penyakit kronis lainnya. “Apa itu Penyakit Anemia”

Anemia atau Kurang Darah

Menurut bahasa Yunani, anemia adalah tanpa darah. Anemia merupakan suatu kondisi saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah atau hemoglobin yang bertugas sebagai media yang membawa oksigen dari paru-paru dan menghantarkan ke seluruh bagian jaringan tubuh. “Apa itu Penyakit Anemia”

Anemia atau yang lebih dikenal di masyarakaat sebagai berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah sel hemoglobin dalam sel darah merah yang mengakibatkan darah tidak mampu membawa oksigen dalam jumlah yang cukup sesuai dengan kebutuhan tubuh. “Apa itu Penyakit Anemia”

Anemia yang merupakan suatu kondisi dimana kadar hemoglobin atau berkurangnya jumlah eritrosit dalam 1 mm3 (satu milimeter kubik) darah atau kurangnya volume sel darah merahyang memadati dalam 100 ml darah (darah kurang dari ukuran normal). “Apa itu Penyakit Anemia”

Seseorang yang terkena anemia mudah mengalami penurunan kondisi secara fisik seperti cepat lelah, kurang bergairah, konsentrasi menjadi lemah, menurunnya selera makan, sering mengalami pusing dikepala, sesak nafas, mudah kesemutan, detak jantung yang berdebar-debar atau jantung dengan cepat memompa darah, dan gejala lainnya yang mudah sekali terlihat secara fisik oleh mata. “Apa itu Penyakit Anemia”

Terkadang beberapa diantaranya mereka yang memiliki anemia mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Anemia memiliki kaitan erat dengan tekanan darah rendah, mengapa hal ini dapat terjadi mereka yang memiliki tekanan darah rendah cenderung sering mengalami anemia, karena tekanan darah yang rendah sekitar 90/80 mmHg membuat seseorang sering mengalami gejala anemia. Tubuh seseorang yang mengalami anemia, disebabkan karena produksi sel darah merah dengan jumlah yang minimal atau produksi sel darah merah yang rendah. “Apa itu Penyakit Anemia”

Sel darah merah memiliki fungsi yang sangat penting di dalam tubuh yakni sebagai media atau alat pengantar zat gizi terutama oksigen. Oksigen sangat dibutuhkan tubuh untuk proses fisiologis dan biokimia pada seluruh jaringan tubuh. pasokan oksigen dan sel darah merah yang kurang akan membuat seseorang mengalami anemia dan timbul gangguan fisiologis pada tubuh. “Apa itu Penyakit Anemia”

Timbulnya anemia juga dapat disebabkan oleh asuhan pola makan yang salah, tidak teratur dan tidak menyeimbangkan kecukupan sumber gizi yang dibutuhkan tubuh, terutama kurangnya sumber makanan yang mengandung zat besi. Zat besi mudah diperoleh dari macam-macam sayuran hijau, buah dan dari nasi sekitar 1 % yang mudah diserap oleh tubuh dan dari ikan sebanyak 11 %. Zat besi merupakan senyawa penting sebagai penyusun hemoglobin (sel darah merah), tubuh membutuhkan zat besi sekitar 1 – 3,2 mg per hari. “Apa itu Penyakit Anemia”

Penyakit Anemia dan Cara Mengatasinya

Penyakit Anemia dan Cara Mengatasinya – Penyakit Anemia adalah salah satu kondisi yang ditandai dengan jumlah sel darah merah atau hemoglobin yang ada didalam sel darah berada pada agka normal. Dan bisa dikatakan bahwa penyakit anemia adalah salah satu penyakit yang kasusnya banyak ditemukan. Dan lebih banyak ditemukan oleh wanita. Penyebab anemia bisa disebabkan karena pendarahan yang terjadi dengan berlebihan, akibat sel darah merah yang mengalami kerusakan dengan berlebihan atau juga akibat dari kurangnya pembentukan dari sel darah merah. “Apa itu Penyakit Anemia”

Penyakit Anemia dan Cara Mengatasinya

Penyakit anemia bisa terjadi disaat tubuh tidak bisa menghasilkan sel darah merah dengan jumlah yang cukup yang diproduksi oleh sumsum tulang. Dan biasanya proses ini membutuhkan asupan zat besi, asam folat, serta vitamin B12. Dan sel darah merah juga bisa didapatkan dari eritropoiten atau EPO. EPO merupakan salah satu hormon yang dibuat didalam ginjal. Dan penyebab yang lain yang bisa memicu terjadinya penyakit anemia atau kurang darah adalah :

1. Pendarahan saat sedang Menstruasi.
2. Pecah pembuluh darah.
3. Mengalami kecelakaan.
4. Kekurangan akan asupan zat besi.
5. Kurang asupan vitamin C, vitamin B12.
6. Akibat terjadinya pembesar lompa.
7. Penyakit Thalasemia
8. Kerusakan sel darah merah secara mekanik.
9. Penyakit hemoglobin C dan Hemoglobin.
10. Reaksi dari autoimun pada sel darah merah.
11. Kerusakan yang terjadi pada sumsum tulang atau juga pada ginjal.
12. Penghancuran dari sel darah merah.

Gejala Anemia.
Beberapa gejala anemia yang sering terjadi adalah :

1. Terlihat lesu, lemas, dan juga letih.
2. Selaput darah mata biasanya terlihat lebih pucat.
3. Telapak tangan yang terlihat memutih.
4. Bibir yang pucat dan tidak bersemu adanya warna kemerahan.
5. Wajah akan terlihat pusat pasi.
6. Kuku kaki dan juga tangan akan terlihat lebih pucat dan juga putih.
7. Lebih cepat merasa kelelahan.
8. Sering merasa pusing atau sakit kepala.
9. Merasakan sesak nafas disaat sedang melakukan aktivitas.
10. Telinga berdengung.
11. Gangguan sakit haid atau penurunan libido.
12. Elastisitas pada kulit yang menurun.
13. Rambut menjadi tipis dan juga halus.

Penyakit Anemia dan Cara Mengatasinya

Penyakit anemia dan cara mengatasinya dilakukan dengan memberikan asupan yang cukup seperti zat besi didalam darah. makanan-makanan yang bisa membantu penyakit anemia dan cara mengatasinya adalah :

1. Mengonsumsi kacang-kacangan

Penyakit anemia dan cara mengatasinya dilakukan salah satunya adalah dengan mengonsumsi kacang-kacangan. Karena kacang-kacangan adalah salah satu jenis makanan yang sangat baik yang bisa membantu dalam meningkatkan sel darah merah yang ada didalam tubuh. dengan cara memperbanyak asupan kacang-kacangan, maka penyakit anemia bisa diatasi. “Apa itu Penyakit Anemia”

2. Mengonsumsi daging dan seafood

Penyakit anemia dan cara mengatasinya adalah dengan mengonsusmi daging. Yang paling utama adalah dagiing kambung dan juga seafood yang mempunyai kandungan yang banyak seperti vitamin B12, zat besi, dan juga makanan yang mengandung asam folat yang bisa berperan penting untuk membantu meningkatkan produksi dari sel darah merah. Untuk itu disaat Anda sedang mengalami penyakit anemia, maka sebaiknya konsumsilah asupan makanan seperti daging dan seafood yang harus dikonsumsu dengan teratur dan tidak berlebihan. “Apa itu Penyakit Anemia”

3. Mengonsumsi sayuran hijau

Penyakt anemia dan cara mengatasinya adalah dengan mengonsumsi sayuran. Sayuran yang mempunyai warna hijau yang sangat baik dalam membantu meningkatkan zat besi yang ada didalam tubuh. dan pada beberapa jenis sayuran yang mirip seperti kol, kangkung, atau juga kubis dan bayam yang dianggap bisa membantu dalam mengobati penyakit anemia. “Apa itu Penyakit Anemia”

4. Mengonsumsi buah-buahan

Cara mengatasi penyakit anemia dengan mengonsumsi buah-buahan. Buah-buahan mengandung nutrisi dan juga zat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. dan dari buah juga bisa membantu dalam mengatasi penyakit kurang darah ini misalnya adalah seperti buah semangka, buah anggur, dan buah apel dimana buah-buahan tersebut bisa membantu dalam meningkatkan produksi dari darah sehingga bisa mengatasi penyakit anemia. “Apa itu Penyakit Anemia”

5. Bawang merah dan telur

Cara mengobati anemia dengan menggunakan campuran dari bawang merah serta telur. Anda bisa mrebus bawang merah terlebih dahulu yang dicampurkan dengan sebutir kuning telur. Kemudian rebusan dari kedua bahan tadi dimakan. “Apa itu Penyakit Anemia”

Konsumsi beberapa jenis makanan dibawah ini :

1. Kerang, tiram, dan juga remis
2. Anda juga bisa mengonsumsi hati sapi dan daging sapi
3. Makanan seafood dan ikan misalnya seperti kaviar, gurita, makarel, herrking, salmon, ikan tuna, ikan cod, dan sarden, trout bluefish, kepiting serta lobster
4. Daging domba
5. Keju
6. Dan juga telur

Selain dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan diatas, hal yang harus diperhatikan adalah dengan memelihara dan menjaga pola hidup sehat yang merupakan salah satu kunci dalam mencegah penyakit anemia. Dalam membiasakan diri untuk melakukan olahraga yang ringan yang dilakukan secara teratur yang membantu dalam melancarkan peredaran darah. dan selain itu juga tidak begadang dan mempunyai pola tidur yang sehat yang bisa membantu dalam mencegah terjadinya penyakit anemia atau penyakit kurang darah. “Apa itu Penyakit Anemia”

 

Penanganan Penyakit Anemia Pada Anak

Penyebab dan Gejala Anemia

Salah satu contoh penelitian, jika anak yang mengarah pada defisiensi zat besi maka kepandaian atau kemampuan psikomotornya sudah terpengaruh yaitu mulai berkurang. Bahkan pada anemia ringan saja kemampuan psikomotornya sudah turun sekitar 15-20 point. Padahal dengan psikomotornya yang berkembang maka anak bisa bereksplorasi dan mendapatkan stimulasi dari apa yang dilihat dan didengar. Namun ketika psikomotornya berkurang maka akan mengalami kesulitan dalam menerima stimulasi. “Apa itu Penyakit Anemia”

Sumber zat besi berasal dari golingan hem dan non heme. Golongan hem adalah daging sapi, jeroan (hati, jantung dan ginjal), domba, ikan atau seafood, ayam, yang bisa langsung diserap tubuh sekitar 23% dari bahan makanan dari dikonsumsi. Sedangkan sumber zat besi dari golongan non hem adalah sayur-sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam, dan sawi, buah-buahan kering seperti kismis dan apricot, biji-bijian, sereal dan kacang-kacangan atau kacang polong kering. Namun yang diserap oleh tubuh hanya 3-8% dari makanan yang dikonsumsi. “Apa itu Penyakit Anemia”

Menurut dokter spesialis anak bagian nutrisi dan penyakit metabolik anak dari RS. Harapan Kita, Dr. Tinuk Agung Meilany Sp.A(K)<strong> ada banyak faktor risiko yang menyebabkan terjadinya anemia pada anak yaitu karena adanya masalah yang timbul mulai pada masa kehamilan, bayi lahir prematur, pemberian ASI dan bukan ASI yang tiak tepat, adanya perubahan pola makan dan kebutuhan jenis makanan, faktor ekonomi dan bisa juga karena menderita sakit tertentu. “Apa itu Penyakit Anemia”

Masalah yang timbul pada masa kehamilan biasanya terjadi karena nutrisi ibu yang kurang baik dan mengalami anemia. Bayi yang lahir prematur pun berisiko untuk terjadinya anemia lebih tinggi. Hal ini dikarenakan kondisi tubuhnya yang lebih kecil dan bayi tersebut membutuhkan banyak asupan nutrisi. Begitu pula bayi yang lahir kembar, memiliki risiko anemia yang lebih tinggi karena cadangan zat besi yang ada pada ibunya harus dibagi dengan kembarannya. “Apa itu Penyakit Anemia”

Risiko anemia yang terkait dengan asupan makanan adalah mengonsumsi susu sapi sebelum usia satu tahun, mengonsumsi susu sapi lebih dari 750 ml/hari, mengonsumsi formula yang kandungan zat besinya rendah dan tidak mendapat suplementasi zat besi yang cukup setelah 6 bulan. “Apa itu Penyakit Anemia”

Pemberian ASI dan bukan ASI seperti susu formula dan produk lainnya jika tidak diberikan dengan tepat dan jumlah yang cukup juga bisa membuat bayi mengalami anemia. Untuk itu pada bayi yang mendapat ASI eksklusif dan berusia 4 bulan keatas maka bayi sudah mulai mendapatkan zat gizi tambahan serupa suplemen zat besi. Pada bayi yang sudah berusia 6 bulan ke atas mulai memerlukan tambahan makanan bayi yaitu makanan pendamping ASI untuk menghindari kecukupan gizinya dan mencegah terjadinya anemia. Namun sayangnya, jika perekonomian orangtua tidak mencukupi maka akan menimbulkan masalah dalam pemberian asupan makanan terutama yang mengandung zat besi. Selain itu pada bayi dan balita yang memiliki sakit tertentu terutama sakit kronis juga bisa menyebabkan terjadinya anemia, misalnya sakit infeksi Tuberkulosis, peradangan pada saluran kemih, cacingan, dan infeksi kronis lainnya. “Apa itu Penyakit Anemia”

Tanda dan gejala awal anak yang baru mengalami anemia biasanya tidak terlihat dan tidak disadari. Namun jika sudah mengalami anemia maka wajah akan terlihat pucat dan tubuhnya mengalami anemia yang berat. “Apa itu Penyakit Anemia”

Cara Mengatasi Penyakit Anemia Pada Ibu Hamil

Penyakit anemia Anemia yang terjadi pada ibu hamil merupakan hal yang wajar terjadi. Namun, jika tidak ditangani anemia bisa berdampak bagi kehamilan. Ini berhubungan dengan meningkatkanya <strong>risiko terjadinya perdarahan pasca persalinan dan gangguan terhadap keadaan umum wanita hamil tersebut, misalnya kelainan kardiovaskuler karena kompensasi terhadap anemia. “Apa itu Penyakit Anemia”

Anemia juga bisa berdampak pada janin. Ini berhubugan dengan perkembangan pertumbuhan janin, dimana bayi akan lahir dalam kondisi tidak baik, misalnya berat badan bayi lahir rendah, prematuritas aborsi, kematian janin atau hidrops. Oleh sebab itu, para ahli kesehatan dan dokter spesialis kandungan menuturkan pada wanita untuk segera memeriksakan diri ke dokter setelah diketahui adanya kehamilan. “Perlu diingat bahwa tujuan dari pemeriksaan kehamilan adalah untuk mendeteksi adanya faktor risiko yang dapat mengganggu proses kehamilan dan persalinan. “Apa itu Penyakit Anemia”

Pada prinsipnya, nutrisi seimbang sesuai dengan piramida makanan adalah yang terbaik untuk mencegah terjadinya anemia saat kehamilan atau dalam mempersiapkan diri untuk kehamilan. Selain itu mengkonsumsi suplemen selama kehamilan juga sangat membantu untuk mengatasi anemia defisiensi asam folat. “Asupan suplemen besi sebesar 30 mg sebagai profilaksis terhadap anemia. Bila sudah terjadi tanda-tanda anemia, maka dosis ini sebaiknya dinaikkan menjadi 60-120 mg per hari. “Apa itu Penyakit Anemia”

Penyakit Anemia Pada Ibu Hamil

Satu lagi golongan yang rentan anemia yaitu ibu hamil. Jika diabaikan anemia bisa mengganggu kehamilan dan janinnya, seperti diuraikan oleh Dr. Kartiwa hadi Nuryanto, Sp.OG dari Departemen Obstetri Ginekologi FKUI-RSCM, ibu hamil memang mudah sekali mengalami anemia. Meski sebagian besar anemia pada ibu hamil bukanlah suatu kelainan, namun apabila ibu hamil mengalami anemia maka harus dilakukan penanganan yang tepat. Sebab jika diabaikan akan mengganggu kehamilan dan janinnnya. “Apa itu Penyakit Anemia”

Anemia pada ibu hamil  biasa terjadi. Itu karena pada ibu hamil terjadi peningkatan jumlah eritrosit dan plasma. Peningkatan ini, dikatakan dr. Kartiwa penting untuk mendukung proses perfusi uteropalsenta, serta meningkatkan margin keamanan sehubungan dengan jumlah perdarahan selama proses persalinan. “Apa itu Penyakit Anemia”

Peningkatan plasma sebanyak 3 kali peningkatan jumlah eritrosit. Keadaan ini menyebabkan penurunan perbandingan haemoglobin-hematokrit sehingga menyebabkan terjadinya anemia fisiologis dalam kehamilan. Anemia fisiologis disini adalah keadaan yang normal. “Apa itu Penyakit Anemia”

Berdasarakan definisi dari WHO, diuraikan Dr. Kartiwa, ibu hamil dikatakan anemia jika kadar Hb kurang dari 11 gr/dl pada trisemester pertama dan ketiga. Kadar Hb kurang dari 10,5 gr/dl pada trisemester kedua atau hematokrit kurang dari 32%, dikatakannya juga masuk dalam kategori ibu hamil anemia. “Apa itu Penyakit Anemia”

Tidak perlu khawatir, ditegaskan Dr. Kartiwa, anemia pada ibu hamil wajar terjadi. Baru dikatakan tidak wajar, jika anemia pada ibu hamil disebabkan oleh produksi haemoglobin yang tidak adekuat dimana umumnya disebabkan oleh defisiensi nutrisi (misalnya anemia defisiensi besi) atau produksi rantai hemoglobin yang tidak adekuat (thalasemia). “Apa itu Penyakit Anemia”

erdasarkan data, dikatakan Dr. Kartiwa anemia ditemukan pada 56% wanita hamil, anmeia pada trisemester pertama ditemukan pada 4% dari wanita kulit putih dan 13% pada wanita kulit hitam, sedangkan anemia pada trisemester ketiga meningkat menjadi 19% pada wanita kulit putih dan 38% pada wanita kulit hitm. “ Lebih dari 50% tergantung letak geografis dan status sosioekonomi. “Apa itu Penyakit Anemia”

Gejala dan penyebab anemia pada ibu hamil

Diuraikan Dr. Kartiwa, secara umum banyak penyebab dari anemia pada ibu hamil. Antara lain : produksi rantai hemoglobin yang tidak adekuat  karena penyakit tertentu, seperti thalasemia atau produksi hemoglobin yang tidak adekuat karena defisiensi nutrisi, misalnya: anemia defisiensi besi, asam folat, atau vitamin B12. Berikutnya, penghancuran eritrosit yang belebihan/anemia hemolitik (misalnya sickle cell  anemia, sickle cell trait/disease), dikatakannya juga bisa menyebabkan anemia. “Apa itu Penyakit Anemia”

Selain itu, penyebab lain dari anemia pada ibu hamil, seperti  : perdarahan, spherocytosis herediter, infeksi parasit, keganasan (misalkan leukemia, limfoma), kegagalan sumsum tuang (anemia aplastik), defisiensi glucose 6-phosphate dehydrogenase (G6PD) adalah sebab-sebab yang juga turut andil menjadi sebab anemia. “Apa itu Penyakit Anemia”

Karena penyebab anemia pada ibu hamil yang berbeda-beda, anemia juga memiliki tipe yang bebeda-beda yaitu anemia defisiensi besi, anemia megaloblastik,  anemia hipoplastik dan anemia hemolitik. Untuk membedakan anemia yang terjadi pada ibu hamil  diperlukan pemeriksaan labratorium, seperti pemeriksaan jumlah eritrosit, jumlah retikulosit, elektroforesa Hb, apus darah tepi, kadar besi serum dan pemeriksaan lainnya sesuai dengan kecurigaan berdasarkan anamnesis. “Apa itu Penyakit Anemia”

Namun, meskiun penyebab anemia yang terjadi pada setiap ibu hamil itu berbeda-beda, gejala anemia secara umum sama yaitu : pucat, mudah lelah, anoreksia (tidak nafsu makan), lemas, pandangan sering berkunang-kunang, sesak nafas dan edema /bengkak pada kasus berat. “Apa itu Penyakit Anemia”

Demikian artikel tentang Apa itu Penyakit Anemia, semoga bermanfaat untuk kita semua.

 

 

 

 

Related posts

Leave a Comment