Dulu Flunya Baru Hilang dalam Dua Minggu, Sekarang Tiga Hari

batuk madu bima

Menurut pengakuan seorang lelaki 36 tahun bernama Deddy Irawan, sudah puluhan tahun ia menjadi seorang perokok berat. Akibatnya, dahaknya menjadi tak normal, berbutir-butir, seperti beras. Lalu, karena faktor keturunan, sudah lama pula ayah satu anak ini menderita asma. Hanya itu? Tidak. Selain itu, ia gampang sekali kena flu. Dan flunya itu sangat parah. “Kalau sudah kena, saya nggak bisa ngapa-ngapain. Sampai dua minggu biasanya saya menderita demam, panas, pegal-pegal, dan tidak punya nafsu makan,” ujarnya. Meski berobat ke dokter, tetap saja dibutuhkan waktu paling cepat dua minggu bagi karyawan perusahaan kontraktor ini untuk mendapatkan kesembuhan.

Mungkin karena seringnya ia minum obat, sakit maag pun amat sering merongrong warga Perumahan Griya Asri, Blok D, Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Sumatera Selatan, ini. Akibatnya, dalam kesehariannya, ia jarang makan nasi. “Dalam sehari paling-paling saya makan satu kali, di malam hari,” tuturnya. Dan itu kerap membuat angka hemoglobin darahnya di bawah standar.

Untuk mengatasinya, kadang-kadang ia mengonsumsi vitamin, kadang-kadang minum obat dari dokter. Namun, sejak dua minggu sebelum wawancara ini dilakukan, rutin ia minum Madu Bima 99 dua hari sekali. Ternyata, tak perlu menunggu lama baginya untuk merasakan manfaat dari madu hitam pahit itu. “Baru tiga hari meminumnya saya sudah berkeringat. Padahal, sebelumnya, saya jarang sekali berkeringat. Dengan mencangkul dan lari pun sebelumnya saya tidak bisa berkeringat,” ungkapnya 23 Oktober 2014 lalu.

“Selain itu, nafsu makan sudah bertambah. Dalam sehari saya tiga kali makan nasi. Asma sudah jarang kambuh. Dahak sudah normal bentuknya. Dan kalau kena flu dalam tiga hari sudah bisa hilang. Mata pun sudah gampang mengantuk di malam hari. Dulu, saya biasanya baru bisa tidur di atas jam 12 malam. Sekarang jam 10 sudah tidur,” lanjutnya.

Untuk selalu sehat, mengatur pola hidup dengan baik sangat perlu dilakukan. Selain itu, mengonsmsi suplemen makanan yang punya banyak manfaatnya juga telah terbukti hasilnya. Seperti madu itu. Selain banyak penelitian ilmiah yang membuktikan manfaat madu, jauh-jauh hari Injil dan Al-Quran telah menginformasikannya. Namun, madu jenis apa yang lebih mantap pengaruhnya? Bukti empiris di atas menunjukkan, madu pahit hitam memberikan hasil yang maksimal.

Saat ini, beberapa merek madu pahit telah beredar di pasaran. Tapi, yang banyak digemari, karena manfaatnya yang nyata, memang Madu Bima 99. Apalagi, dari hasil uji laboratorium F-FARMASI UI dan uji laboratorium SUCOFINDO bulan September 2014, Madu Bima 99 terbukti bebas dari bahan kimia obat, patogen, logam berbahaya, dan zat-zat berbahaya lainnya.

Related posts