Lari Kerbau Balap ini Makin Kencang Lantaran Rajin Minum Madu Bima 99

Lari Kerbau Balap ini Makin Kencang  Lantaran Rajin Minum Madu Bima 99

10404354_4882811446154_2219712145425187031_n
Di Kabupaten Jembrana, Bali, ada suatu tradisi yang mungkin tak ditemukan di daerah lain. Namanya Mekepung. Ini adalah lomba yang hampir sama dengan karapan sapi di Madura: sama-sama ditarik oleh dua ekor binatang ternak. Meski demikian, di antara kedua tradisi itu ada bedanya. Di Bali, sambil berlari kencang kedua kerbau itu menarik semacam gerobak kecil. Selain oleh joki, gerobak itu bisa dinaiki dua penonton lomba. Hebatnya, bagaikan di dunia tinju profesional, setiap pasangan mendapatkan peringkat sesuai dengan prestasi atau pencapaian mereka di setiap event yang mereka ikuti. Dan, hebatnya lagi, ketika berlomba dwimingguan ini kerbau-kerbau itu dihiasi dengan berbagai ornamen sehingga terlihat eye catching.
Di antara sekian banyak pasangan, ada sepasang yang jadi perhatian khusus kami, yakni yang punya julukan Macan Gading. Karena pasangan yang berdomisili di Desa Kaliaka, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, itu rutin mimun Madu Bima 99 setiap minggu. Menurut pelatih mereka, I Made Sudarsana, usia kedua kerbau itu masih muda, 10 tahun. Akibatnya, peringkat mereka masih di papan tengah. Dulu, di awal kepelatihan Sudarsana, 4 tahun lalu, Macan Gading masih menempati peringkat 70. Sedangkan, saat wawancara ini berlangsung, 6 September 2014, mereka sudah bertengger di peringkat 34. Namun, sejak rutin minum madu pahit itu, kata Sudarsana lebih lanjut, sejak tiga bulan sebelum wawancara ini berlangsung telah terjadi peningkatan peringkat yang signifikan. Dan di bulan November 2014 ini, menurut informasi dari pemiliknya, peringkat pasangan kerbau itu sudah di angka 20-an.

Bagaimana cara kedua kerbau itu minum Madu Bima 99? Pakai sendok seperti manusia? Tidak. “Satu botol madu hitam itu saya campurkan ke 3 liter air putih hangat lalu saya tuangkan ke mulut mereka,” ujar pelatih berusia 42 tahun tersebut. Dan hasilnya ternyata sangat nyata. Menurut sang pelatih, terjadinya akselerasi peringkat itu disebabkan oleh beberapa manfaat yang diperoleh kedua “anak asuh”-nya tersebut setelah rutin minum Madu Bima 99. Di antara manfaat itu adalah:
– Kondisi fisik mereka lebih fit.
– Nafsu makan mereka bertambah.
– Nafsu minum mereka bertambah.
– Kelincahan mereka meningkat.
– Bodi mereka lebih kekar dan lebih gemuk.
– Napas mereka lebih panjang di saat berlomba.
– Ketika berlomba, beberapa meter menjelang finis speed mereka bertambah, padahal pasangan-pasangan lain umumnya berkurang.
Saat ini, beberapa merek madu pahit beredar di pasaran. Namun, yang banyak digemari, karena manfaatnya yang nyata, memang Madu Bima 99. Apalagi, dari hasil uji laboratorium F-FARMASI UI dan Sucofindo bulan September 2014, Madu Bima 99 terbukti bebas dari bahan kimia obat, patogen, logam berbahaya, dan zat-zat berbahaya lainnya. Untuk mendapatkannya, Anda bisa datang ke apotek, toko obat, dan outlet-outlet lainnya di kota Anda. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi @madubima99, www.madubima.com, dan www.facebook.com/Madu Bima 99.

Related posts