Sembuh dari Sakit Stroke Nenek ini Bisa Bicara dan Berjalan Kembali

Sembuh dari Sakit Stroke Nenek ini Bisa Bicara dan Berjalan Kembali

Cara Alami Menyembuhkan Sakit Stroke

Sembuh dari Sakit Stroke Nenek ini Bisa Bicara dan Berjalan Kembali
Cara Alami Menyembuhkan Sakit Stroke

Ketika ditemui 24 Oktober 2014 lalu di rumahnya, Nyonya Sri Suryati bercerita banyak tentang penyakit stroke yang di derita ibundanya, Nyonya Tukira (74 tahun). Menurut wanita 53 tahun tersebut, empat tahun sebelum wawancara ini dilangsungkan, ibunya itu terjatuh di kamar mandi rumahnya. Tiba-tiba saja, ia tak bisa apa-apa lagi: tak bisa berbicara dan tak bisa menggerakkan anggota-anggota tubuhnya. Dengan kata lain, ia kena stroke total. Kedua siku dan semua jemari tangannya tertekuk. Itulah awal datangnya penyakit stroke pada ibundanya. Lalu apa daya? “Sembuh dari Sakit Stroke Nenek ini Bisa Bicara dan Berjalan Kembali”

Mungkin karena pertimbangan biaya pengobatan sakit stroke yang sudah pasti mahal, oleh Sri Suryati ia dibawa ke klinik untuk berobat stroke ibundanya, kemudian selama mengidap sakit stroke ini pun ibundanya dirawat di rumah dengan menggunakan ramuan-ramuan kampung. Selain itu, sebagai anak yang punya rasa sayang yang tinggi kepada orang tuanya, ditambah pengalaman mengurut, setiap hari Sri Suryati melakukan terapi sakit stroke sendiri dengan mengurut-urut semua bagian tubuh Nyonya Tukira. “Sembuh dari Sakit Stroke Nenek ini Bisa Bicara dan Berjalan Kembali”

Meskipun demikian, setelah empat tahun berlalu, orang tuanya itu tetap saja tak bisa melakukan apa-apa dengan kata lain masih menidap sakit stroke. Hanya tergeletak lemas di tempat tidur akibat sakit stroke nya itu. Wajahnya pucat dan tubuhnya makin lama makin kurus lantaran di gerogoti penyakit stroke itu. “Makannya susah sekali dan sedikit sekali,” ungkap wanita yang tinggal bersebelahan dengan Kompleks Kodam II Sriwijaya, di pinggiran Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, ini. “Sembuh dari Sakit Stroke Nenek ini Bisa Bicara dan Berjalan Kembali”

Tak mau putus asa, Sri Suryati tetap berupaya mencari cara untuk membuat orang tuanya itu sembuh dari sakit stroke nya. Untunglah tiga bulan sebelum wawancara ini dilakukan ada seorang tetangganya yang mengenalkan Madu Bima 99 kepadanya. Sri Suryati pun memberikan madu pahit itu kepada Nyonya Tukira untuk mengobati sakit stroke ibundanya. Dan dengan rutin dua kali dalam sehari, pagi dan malam, setiap hendak makan nasi. Ternyata, dalam satu bulan terjadi perubahan terhadap si ibu yang menderita stroke ini, yang bagi Sri Suryati dianggap sebagai miracle. Apa itu? “Sembuh dari Sakit Stroke Nenek ini Bisa Bicara dan Berjalan Kembali”

“Ibu saya yang sakit stroke ini sudah bisa berbicara. Makannya lebih kuat dan ia sudah bisa pula berjalan kaki sendiri dari kamar tidur ke kamar mandi tidak seperti orang yang mengidap penyakit stroke,” ungkap Sri Suryati. “Siku dan jari-jemari tangannya pun tidak tertekuk lagi dan sudah bisa digerak-gerakkannya. Padahal, ia tidak minum obat apa-apa lagi sejak minum madu pahit hitam itu,” lanjut Sri Suryati. Sayang sekali, ketika kami mengunjungi rumahnya untuk melakukan wawancara sakit stroke ini, Nyonya Tukira sedang tertidur nyenyak sehingga Sri Suryati tidak tega membangunkannya. “Sembuh dari Sakit Stroke Nenek ini Bisa Bicara dan Berjalan Kembali”

Apa itu stroke? Apa yang menyebabkan Stroke?
Stroke adalah penyebab utama ke-4 kematian di AS, dengan satu orang meninggal setiap 4 menit sebagai hasilnya. Sekitar 800.000 orang mengalami stroke setiap tahun; sekitar satu setiap 4 detik. Hanya penyakit jantung, kanker dan penyakit pernapasan kronis yang lebih rendah lebih deadly. “Apa itu Stroke dan Apa yang Menyebabkan Stroke”

Stroke terjadi karena masalah dengan pasokan darah ke otak; baik pasokan darah tersumbat atau pembuluh darah di dalam otak pecah. Stroke adalah keadaan darurat medis, dan pengobatan harus dicari secepat mungkin.
Ada tiga jenis utama stroke; stroke iskemik, stroke hemoragik dan serangan iskemik transien (TIA), juga disebut sebagai mini-stroke. Ada halaman Knowledge Center terpisah untuk serangan iskemik transien. “Apa itu Stroke dan Apa yang Menyebabkan Stroke”

Isi artikel ini:
Apa itu stroke?
Apa yang menyebabkan Stroke?
Tanda dan gejala
Tes dan diagnosis
Pengobatan dan pencegahan

Anda juga akan melihat perkenalan pada akhir beberapa bagian untuk setiap perkembangan terakhir yang telah ditutupi oleh berita MNT ini. Juga melihat keluar untuk link ke informasi tentang kondisi terkait. “Apa itu Stroke dan Apa yang Menyebabkan Stroke”
Fakta cepat pada Stroke

Berikut adalah beberapa poin penting tentang stroke. Lebih detail dan informasi pendukung dalam artikel utama.
Selama stroke, otak tidak menerima cukup oksigen atau nutrisi, menyebabkan sel-sel otak mati.
Ada tiga jenis utama stroke: stroke iskemik, stroke hemoragik dan serangan iskemik transien.
Stroke iskemik yang disebabkan oleh penyempitan atau pemblokiran arteri ke otak.
Stroke hemoragik disebabkan oleh pembuluh darah di dalam dan sekitar meledak otak atau bocor.
Stroke perlu didiagnosis dan diobati secepat mungkin untuk meminimalkan kerusakan otak.
Mengingat F.A.S.T. akronim dapat membantu dengan mengenali timbulnya stroke.
Pengobatan tergantung pada jenis stroke.
Stroke iskemik dapat diobati dengan ‘gumpalan-penghilang’ obat.
Stroke hemoragik dapat diobati dengan pembedahan untuk memperbaiki atau blok kelemahan pembuluh darah.
Cara yang paling efektif untuk mencegah stroke adalah melalui mempertahankan gaya hidup sehat.

Apa itu stroke? 4
Stroke terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu baik atau dikurangi. Ketika ini terjadi, otak tidak mendapatkan cukup oksigen atau nutrisi yang menyebabkan sel-sel otak mati.
Tengkorak dengan warna merah untuk menunjukkan Stroke
Stroke terjadi karena masalah dengan pasokan darah ke otak; baik pasokan darah tersumbat atau pembuluh darah di dalam otak pecah.

Ada tiga jenis utama stroke; iskemik, hemoragik dan TIA. Artikel ini akan fokus pada stroke iskemik dan hemoragik, karena ada artikel Knowledge Center terpisah untuk TIA, yang masuk ke detail spesifik tentang mereka.

Di AS, sekitar 40% dari kematian stroke pada laki-laki, dengan 60% pada wanita. Menurut American Heart Association (AHA), pada tahun 2006, tingkat kematian akibat stroke per 100,00 populasi dapat dibagi menjadi kelompok-kelompok sosial tertentu pada 41,7% untuk laki-laki kulit putih, 41,1% untuk perempuan kulit putih, 67,7% untuk laki-laki hitam dan 57,0% untuk females.3 hitam
Stroke juga lebih mungkin untuk mempengaruhi orang-orang jika mereka kelebihan berat badan, berusia 55 atau lebih tua, memiliki riwayat pribadi atau keluarga stroke, tidak berolahraga banyak, minum banyak atau menggunakan drugs.5 terlarang.
Apa yang menyebabkan Stroke?

Pengertian Sakit Stroke

Penyakit Stroke adalah dalah penyebab cacat nomor satu dan penyebab kematian nomor dua di dunia. Penyakit ini telah menjadi masalah kesehatan yang mendunia dan semakin penting dengan dua pertiga stroke sekarang terjadi di negara-negara yang sedang berkembang. Secara global, pada saat tertentu sekiatr 80 juta orang menderita akibat stroke. Terdapat sekitar 13 juta korban stroke baru setiap tahun, di mana sekitar 4,4 juta di antaranya meninggal dalam 12 bulan. Terdapat sekitar 250 juta anggota keluarga yang berkaitan dengan para pengidap stroke yang bertahan hidup. Selama perjalanan mereka, sekitar 4 dari 5 lima keluarga akan memiliki salah seorang anggota mereka yang terkena stroke. “Sembuh dari Sakit Stroke Nenek ini Bisa Bicara dan Berjalan Kembali”

Stroke adalah penyakit otak paling destruktif dengan konsekuensi berat, termasuk beban psikologis, fisik dan keuangan yang besar pada pasien, keluarga mereka dan masyarakat. Pada kenyataannya, banyak orang yang lebih takut akan menjadi cacat oleh stroke dibandingkan dengan kematian itu sendiri. Jika tidak ada perbaikan dalam metode-metode pencegahan yang ada sekarang, jumlah stroke dan korban stroke akan tumbuh pesat dalam beberapa dekade mendatang. “Sembuh dari Sakit Stroke Nenek ini Bisa Bicara dan Berjalan Kembali”

Stroke dahulu dianggap sebagai penyakit yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi pada siapa saja, dan sekali terjadi tidak ada lagi tindakan efektif yang dapat dilakukan untuk mengatasi stroke. Namun, data-data ilmiah terakhir secara meyakinkan telah membuktikan hal yang sebaliknya. “Sembuh dari Sakit Stroke Nenek ini Bisa Bicara dan Berjalan Kembali”

Selama satu dekade terakhir telah terjadi kemajuan besar dalam pemahaman mengenai faktor risiko, pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi stroke. Kita sekarang mengetahui bahwa stroke dapat diperkirakan dan dapat dicegah pada hampir 85% orang. juga terdapat terapi efektif yang dapat secara subtansial memperbaiki hasil akhir stroke. Pada kenyataannya, sekitar sepertiga pasien stroke sekarang dapat pulih sempurna dan proporsi ini dapat meningkat jika pasien selalu mendapat terapi darurat dan rehabilitasi yang memadai. “Sembuh dari Sakit Stroke Nenek ini Bisa Bicara dan Berjalan Kembali”

Stroke menimbulkan beban yang sangat besar pada para pengidap stroke, keluarga dan orang yang merawat penderita stroke, serta pada masyarakat. Setiap tahun sekitar 0,2 % populasi mengalami stroke dengan sekitar sepertiganya meninggal dalam 12 bulan berikutnya, sepertiga lainnya mengalami cacat permanen (sering membutuhkan bantuan dari orang lain) dan sepertiga lagi memperoleh kembali kemandirian mereka. “Sembuh dari Sakit Stroke Nenek ini Bisa Bicara dan Berjalan Kembali”

Orang yang bertahan hidup dari serangan stroke memiliki risiko besar kembali terkena stroke atau serangan jantung. Memang, banyak orang takut terhadap serangan stroke berikutnya karena mereka mengganggap bahwa stroke yang membuat cacat adalah sebuah nasib yang lebih mengerikan dibanding kematian. “Sembuh dari Sakit Stroke Nenek ini Bisa Bicara dan Berjalan Kembali”

Stroke merupakan tantangan yang luar biasa besar bagi masyarakat karena jumlah orang yang terkena kemungkinan akan sangat meningkat dalam waktu dekat. Risiko terkena stroke meninigkat seiring usia dn populasi kita secara progresif menjadi lebih tua. “Sembuh dari Sakit Stroke Nenek ini Bisa Bicara dan Berjalan Kembali”

Penyebab Stroke Di Usia Muda

Seperti yang kita ketahui, stroke adalah penyakit yang tidak dapat di duga kapan terjadinya, tetapi stroke adalah penyakit yang dapat diperkirakan dan dapat dicegah dengan cara mengontrol faktor-faktor resikonya. 

Faktor resiko stroke dibagi menjadi dua yaitu faktor resiko yang bisa di modifikasi dan faktor resiko yang tidak bisa di modifikasi seperti usia, jenis kelamin, ras, dan kecenderungan genetis. Faktor resiko yang dapat di modifikasi diantaranya adalah : tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol (hiperkolesterol), kegemukan (obesitas), kencing manis (diabetes), penyakit jantung, merokok dan alkohol.

Faktor resiko lainnya termasuk penggunaan pil kontrasepsi, terapi sulih hormon, dan kehamilan. Seseorang bisa mengurangi kemungkinan stroke apabila ia dapat mengelola faktor-faktir resiko yang dapat di modifikasi. Bagi anda yang sudah pernah mendapat serangan stroke sebelumnya, mengelola faktor-faktor resiko yang masih daoat di modifikasi ini juga akan mengurangi kemungkinan anda terkena serangan stroke berikutnya.

Stroke dapat disebabkan oleh faktor keturunan karena faktor-faktor resiko terjadinya stroke seperti hipertensi dan kencing manis umumnya menurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dan dalam beberapa panelitian memang ditemukan kaitan keturunan dengan angka kejadian stroke.

Stroke dapat menyerang siapa saja mulai dari anak-anak sampai dewasa. Tidak ada patokan mengenai usia berapa seseorang rawan terkena stroke, walaupun memang biasanya stroke menyerang seseorang yang berusia diatas 65 tahun (stroke pada anak sangat jarang dan biasanya di hubungkan dengan kelainan bawaan /kongenital). Sekarang ini, dengan pola hidup tidak sehat diperkotaan, stroke bahkan dapat menyerang seseorang yang berusia 30 tahun.

Tidak dapat dikatakan bahwa makanan yang banyak santan dan berbumbu merupakan penyebab  sakit stroke, tetapi jenis makanan yang berbumbu, bersantan apalagi berlemak akan menyebabkan penyakit seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, atau obesitas. Penyakit-penyakit itulah yang merupakan faktor resiko terjadinya stroke.

Di dalam Al-Quran, Surat An-Nahl ayat 69 menyebutkan: “… keluarlah dari dalam badannya minuman (madu) yang berlainan warnanya, yang mengandung penawar bagi manusia dari berbagai macam penyakit …” Nah, kalau sudah Al-Quran yang berbicara, apakah kita masih perlu berdebat tentang manfaat madu? “Sembuh dari Sakit Stroke Nenek ini Bisa Bicara dan Berjalan Kembali”

Saat ini, beberapa merek madu pahit telah beredar di pasaran. Namun, yang banyak digemari, karena manfaatnya yang nyata, memang Madu Bima 99. Apalagi, dari hasil uji laboratorium F-FARMASI UI dan uji laboratorium SUCOFINDO bulan September 2014, Madu Bima 99 terbukti bebas dari bahan kimia obat, patogen, logam berbahaya, dan zat berbahaya lainnya. “Sembuh dari Sakit Stroke Nenek ini Bisa Bicara dan Berjalan Kembali”

Alhamdulillah, kini Sembuh dari Sakit Stroke Nenek Tua ini Bisa Bicara dan Berjalan Kembali.

Related posts

Leave a Comment