Madu Bima 99 Original Resmi dan Terpercaya

Sempat Pingsan Karena Tensi Darahnya Tinggi dan Kini Sudah Bugar

 

madu hitam
Di Usia 74 Tahun, Ia Masih Kuat 
Mengendarai Motor Puluhan Kilometer
Meski usianya sudah 74 tahun dan giginya nyaris rontok semua, dalam membuat orang lain terkekeh-kekeh ayah lima anak ini belum kehilangan nyali. Ketika ditemui 18 November 2014 lalu di rumah anaknya, Perumahan Citra Bumi Permai, Jalan Ratu Dibalau, Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Tanjung Senang, Bandarlampung, ia berhasil membuat semua yang mendengar ceritanya tertawa. “Sempat Pingsan Karena Tensi Darahnya Tinggi dan Kini Sudah Bugar”
Cerita tentang apa? Tentang kenekatannya yang sering mengendarai motor bolak-balik dari kampungnya di Desa Talang Jawa, Kecamatan Merban Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, ke Bandarlampung, dengan jarak 35 kilometer. Tak hanya mengendarai sepeda motor, setiap berkunjung ke rumah anaknya itu kakek lima cucu yang bernama Sumadiono ini jarang datang sendirian. Biasanya ia memboncengkan istrinya, plus setandan pisang, sekarung beras, dan seikat bawang. Dan, untuk diketahui, jalan yang ia tempuh itu tak mulus tapi penuh dengan lubang menganga yang sebagian becek. “Sempat Pingsan Karena Tensi Darahnya Tinggi dan Kini Sudah Bugar”
Dalam mengendarai motor itu, kakek koboi ini tak terlalu peduli dengan surat-surat kendaraan dan perlengkapan lainnya. Tak jarang pula ia berkendara tanpa pakai helem. Tak pernah ditilang? Ya, pernahlah. Dan di sinilah lucunya. Saat ditilang di pinggir jalan, polisi menanyakan surat-surat. Si kakeki menjawab: tidak bawa. Lalu, polisi menanyakan, mengapa tidak pakai helem. Dijawabnya: lupa. Karena kesal, polisi itu kemudian membawa si kakek ke posko untuk menghadap atasannya. Si atasan pun memandangi si kakek dari ujung rambut hingga ujung jari kakinya. Lalu, ia minta KTP si kakek. Dengan tulus dan ikhlas, si kakek pun menyerahkan KTP-nya ke polisi itu. Melihat KTP si kakek yang sudah seumur hidup, si komandan pun geleng-geleng kepala. Si kakek hanya tersenyum sambil memperlihatkan rahangnya yang tak ditumbuhi gigi lagi itu. Mungkin tak tahu lagi harus ngomong apa kepada si kakek, Pak Polisi itu mengizinkan si kakek melanjutkan perjalanan. Si kakek pun pergi sambil tersenyum-senyum, barangkali sembari men-”cime’eh” si polisi itu di dalam hatinya. “Sempat Pingsan Karena Tensi Darahnya Tinggi dan Kini Sudah Bugar”
Lalu, untuk apa cerita ini dimuat? Begini. Gara-gara tensi darahnya sangat tinggi, di bulan Mei 2014 lalu si kakek ini pingsan beberapa lama. Mengira ia takkan sembuh lagi, para tetangga bertangisan. Anak-anaknya yang berada di rantau disuruh pulang. Ternyata, beberapa menit kemudia ia siuman. Meskipun demikian, badannya tetap lemas selama dua bulan ke depan. “Sempat Pingsan Karena Tensi Darahnya Tinggi dan Kini Sudah Bugar”
Minum obat dokter dan obat kampung beberapa lama, hasilnya tak memuaskan. Bulan Juli 2014, oleh anaknya yang di Bandarlampung ia dikirimi Madu Bima 99. Si kakek pun mengonsumsi madu hitam pahit itu secara rutin sejak saat itu. “Saya meminumnya tidak pakai sendok. Ditenggak langsung saja,” ujarnya sambil tertawa. Dan hasilnya? Ya, itu tadi. Sebulan kemudian, ia sudah nongol di Bandarlampung dengan cara seperti yang diceritakan tersebut. “Sempat Pingsan Karena Tensi Darahnya Tinggi dan Kini Sudah Bugar”
Saat ini beberapa merek madu pahit telah beredar di pasaran. Tapi, yang banyak digemari, karena manfaatnya yang nyata, memang Madu Bima 99. Apalagi, dari hasil uji laboratorium Fakultas Farmasi UI dan Sucofindo September 2014, Madu Bima 99 terbukti bebas dari bahan kimia obat, patogen, logam berbahaya, dan zat berbahaya lainnya. Untuk mendapatkannya, Anda bisa datang ke apotek, toko obat, dan outlet-outlet lainnya di kota Anda. “Sempat Pingsan Karena Tensi Darahnya Tinggi dan Kini Sudah Bugar”
Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi:
Alhamdulillah, Sempat Pingsan Karena Tensi Darahnya Tinggi dan Kini Sudah Bugar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ada yang Bisa dibantu ?