Sesak Napas Karena Asmanya itu Kini Tak Rajin Muncul Lagi

10404354_4882811446154_2219712145425187031_n

Nama lengkapnya Yusuf Surahman Amarullah. Umurnya 9 tahun dan ia duduk di kelas tiga SD Negeri Nogotirto di Sleman, Yogyakarta, saat ditemui. Di siang hari, dari penampilannya saat ditemui 27 September 2014, tak ada yang berbeda terlihat pada diri anak ketiga dari pasangan Agus Kusnendar dan Emi Setiowati ini. “Namun, di malam hari, terutama di saat hendak tidur, napasnya sering sekali sesak. Kalau kambuh, sesaknya berat,” ujar kakeknya, yang saat wawancara ini berlangsung sengaja mendampingi Yusuf.

Untuk mengatasi sesak napasnya itu, sudah berkali-kali Yusuf dibawa ke dokter oleh orang tuanya. Namun, tetap saja penyakit itu kerap muncul. Di bulan September yang lalu, oleh keluarganya Yusuf diminta untuk meminum Madu Bima 99 secara rutin. Kendati rasanya pahit, Yusuf ternyata suka madu hitam kental tersebut, dan ia minum tiga kali sehari, masing-masing satu sendok. Ternyata hasilnya bagus sekali. “Penyakitnya itu sekarang sudah jarang kambuh,” ungkap penduduk Desa Biru Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, ini.

Asma termasuk alergi. Penyakit ini disebut penyakit intermiten, muncul sebentar-sebentar. Sekitar 30-50% risiko kena alergi disebabkan oleh faktor keturunan. Pemicunya adalah kontak tubuh dengan pecetus alergi. Tungau, debu, bulu binatang, udara dingin, serbuk sari, asap rokok, makanan tertentu, obat tertentu, dan jenis olahraga tertentu dapat menjadi pemicunya. Jumlah penderitanya di zaman kini lebih banyak dibanding di masa lalu. Meski belum bisa dibuktikan, faktor lingkungan yang makin parah diduga menjadi pemicunya, terutama polusi udara. Pola makan yang telah berubah juga diduga telah jadi pemicu makin banyaknya kasus alergi saat ini.

Alergi tak bisa disembuhkan. Meski demikian, banyak terapi atau makanan kesehatan yang bisa digunakan untuk mengurangi gejalnya atau menghindari kumatnya alergi. Contohnya banyak, namun yang mendapat rekomendasi dari Kitab Suci agama-agama besar di Indonesia adalah madu. Madu mengandung antioksidan yang tinggi, yang akan menangkal radikal bebas penyebab penyakit, termasuk alergi. Bahkan, Prof. Dr. F.G. Winarno, guru besar gizi dan pangan IPB, dalam bukunya ‘Madu, Teknologi, Khasiat, dan Analisanya’, menyatakan bahwa gula dan mineral dalam madu bisa berfungsi sebagai tonikum bagi jantung.

Saat ini, beberapa merek madu pahit telah beredar di pasaran. Namun, yang banyak digemari, karena manfaatnya yang nyata, memang Madu Bima 99. Apalagi, dari hasil uji laboratorium Fakultas Farmasi UI dan Sucofindo bulan September 2014, Madu Bima 99 terbukti bebas dari bahan kimia obat, patogen, logam berbahaya, dan zat berbahaya lainnya. Untuk mendapatkannya, Anda bisa datang ke apotek, toko obat, dan outlet-outlet lainnya di kota Anda. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi @madubima99, www.madubima.com, dan www.facebook.com/Madu Bima 99.

Related posts

One Thought to “Sesak Napas Karena Asmanya itu Kini Tak Rajin Muncul Lagi”

  1. […] Ramadan yang lalu ia rutin minum Madu Bima 99 setiap pagi. Kebetulan, suaminya yang menderita sakit asma parah sudah membuktikan manfaatnya dan sangat terbantu oleh produk tersebut. Ternyata, kehadiran […]

Comments are closed.