Tiga Bulan Tergeletak dan Tak Bisa BAB, Kini Fisiknya Telah Bugar Kembali

10435903_814660518576570_3000549540085861352_n

Gara-gara sakit maag yang sudah lama, tahun 2011 Nurlan Sukandi (26) menuai hasil: tak bisa buang air besar (BAB) selama 3 bulan. “Rasanya sangat tidak nyaman,” ujar warga Jalan Gili Terawangan, Kelurahan Suradadi, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Lombok, NTB, ini. Sejak saat itu, hampir tiap hari ia berobat ke dokter dan minum obat. Namun, BAB-nya tetap tak bisa keluar. Kata dokter, gara-gara kadar asam lambung yang tinggi kondisi lambung pebisnis ransel ini sudah sangat lemah sehingga tak mampu lagi memproses makanan. Selama tiga bulan itu ia tergeletak di ranjang. Deritanya bertambah dengan kolesterol dan tensinya yang juga tinggi. Agar beban perutnya tak bertambah, ia sengaja tak makan nasi, dan hanya minum air serta makan bubur dan jeli. Tentu saja badannya semakin lemah.

Tiga bulan seperti itu, oleh seorang temannya ia disarankan minum madu dan makan singkong mentah. Nurlan mencobanya. Ternyata, BAB-nya mulai bisa keluar, sehingga 5 bulan lamanya ia mengonsumsi “ramuan” itu. Tapi, setelah itu penyakitnya kambuh lagi. Konsumsi madu dan singkong mentah itu disetopnya dan ia kembali berobat ke rumah sakit.

Meskipun demikian, ia lelah juga mengingat berobat ke rumah sakit itu butuh biaya yang tak sedikit. Ia beralih lagi ke madu di bulan September 2014. Namun, kali ini yang ia minum bukan madu biasa melainkan madu hitam pahit dengan merek Madu Bima 99. Ia mengetahui produk yang sedang naik daun tersebut dari surat kabar. Suatu hari, ia baru pulang dari berobat ke dokter. Sesampainya di rumah, ia lemas sekali dan tergeletak di lantai. Feeling-nya membisikkan bahwa ia harus segera mengonsumsi madu pahit itu. Dengan kondisi yang sangat lemah itu ia kontak nomor telepon distributor Madu Bima 99 Mataram yang tertera di koran itu. Distributor itu pun datang ke rumah Nurlan, dan Nurlan membelinya beberapa botol.

“Saya minum dua sendok. Tak lama kemudian badan saya berkeringat. Padahal, sebelumnya tidak pernah,” ujar mahasiswa Jurusan Administrasi Negara Universitas Muhammadiyah Mataram ini. Setelah itu, ia merutinkan diri minum madu pahit tersebut 3 kali sehari. Kondisi fisiknya pun makin membaik. BAB-nya makin lancar. Lalu, ia melakukan check up ke rumah sakit. “Ternyata, kadar asam lambung, kolesterol, dan tensi saya normal. Padahal, sebelumnya semuanya tinggi,” papar pemuda yang baru berumah tangga ini. Ketika wawancara ini berlangsung, 2 November 2014, fisiknya tak terlihat seperti orang sakit lagi. Bahkan, wawancara ini diadakan di sebuah gedung pertemuan setelah ia mengikuti Seminar 99 Detik Jadi Pengusaha yang diadakan Madu Bima 99. Dan sejak ia rutin minum Madu Bima 99 itu, BAB-nya selalu lancar.

Saat ini beberapa merek madu pahit telah beredar di pasaran. Tapi, yang banyak digemari, karena manfaatnya yang nyata, memang Madu Bima 99. Apalagi, dari hasil uji laboratorium Fakultas Farmasi UI dan Sucofindo September 2014, Madu Bima 99 terbukti bebas dari bahan kimia obat, patogen, logam berbahaya, dan zat berbahaya lainnya. Untuk mendapatkannya, Anda bisa datang ke apotek, toko obat, dan outlet-outlet lainnya di kota Anda. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi @madubima99, www.madubima.com, dan www.facebook.com/Madu Bima 99.

Related posts