5 Kondisi Kulit Wajah ini Bisa Menjadi Tanda Kondisi Kesehatan Anda!

sumber foto : fimela.com

Kulit merupakan bagian lapisan terluar yang dimiliki oleh tubuh manusia. Lapisan terluar ini menjadikan kulit sebagai pelindung tubuh dari infeksi dari bakteri, mengatur suhu tubuh, dan menjadi ‘alarm’ alami ketika kita mengalami bahaya terkait kesehatan. Kulit pun menjadi organ terbesar manusia dan paling sering mengalami perubahan pada rambut, kulit maupun kuku Anda bisa menjadi tanda bahwa terjadi sesuatu pada kondisi kulit Anda. Meski setiap orang memiliki kondisi kulit yang ber beda – beda, namun sebagian orang tidak jarang menyadari dan kerap mengabaikan kondisi kulit, maka dari itu kondisi kulit wajah sangat mudah sekali dijadikan ancang – ancang untuk mengeahui adanya gangguan pada kesehatan tubuh.

Fakta membuktikan bahwa sel yang ada pada kulit wajah terhubung dengan berbagai organ pada anggota tubuh lainnya. Maka, wajahpun akan ikut terkena dampaknya jika terjadi suatu gangguan kesehatan. Dilansir dari Livestrong melalui klikdokter.com, berikut 5 perubahan wajah yang turut menunjukan kondisi kesehatan Anda :

1. Ligkaran Hitam di Bawah Mata

Kurang tidur tidak selalu berdampak pada lingkaran hitam di bawah mata. Kondisi ini juga bisa merupakan indikasi bahwa tubuh Anda menemukan racun atau hal yang memicu munculnya reaksi alergi. Guna menghindari keadaan tersebut, kurangilah makanan penyebab alergi – seperti susu, gluten dan telur – selama 10 hari untuk melihat apakah gejala tersebut berkurang. Jika tidak berhasil, cobalah lakukan tes alergi untuk melihat seberapa besar sensitivitas tubuh pada lingkungan seperti jamur, bulu binatang peliharaan, atau serbuk sari.

2. Jerawat

Meski bervariasi antar satu kasus ke kasus lain, salah satu penyebab potensial dari jerawat adalah pola diet Anda. Beberapa penelitian menunjukkan, risiko terjadinya jerawat menurun ketika Anda menerapkan diet indeks glikemik rendah. Diet ini melibatkan tepung putih, gula dan makanan olahan, serta meningkatkan asupan sayuran serta biji-bijian. Sementara itu, jika Anda minum susu, apalagi dalam jumlah berlebihan, potensi terjadinya jerawat bisa semakin tinggi. Ini karena susu diduga dapat membuat sebum semakin aktif untuk memproduksi minyak, yang pada akhirnya turut meningkatkan risiko timbulnya jerawat.

3. Bibir Pecah – Pecah

Bibir pecah-pecah bisa menjadi gejala dari kurangnya asupan niasin atau mineral zink. Vegan dan vegetarian memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami keadaan ini, karena niasin dan zink lebih banyak terdapat pada produk hewani–seperti ayam, hati, dan ikan.

4. Tumbuhnya Rambut Pada Wajah

Bagi wanita, rambut wajah yang tidak diinginkan bisa menjadi tanda hormon yang tidak seimbang. Salah satu penyebab keadaan ini adalah kelebihan hormon androgen, hormon yang dibuat oleh kelenjar gonad dan adrenal. Selain itu, tumbuhnya rambut wajah juga bisa jadi tanda sindrom ovarium polikistik, terutama jika disertai siklus menstruasi yang tidak teratur. Kehamilan dan menopause juga dapat menjadi pencetus dari keadaan tersebut.

5. Muncul Bintik – Bintik Kecil

Bintik-bintik kecil kerap disalahartikan sebagai jerawat kecil dan diberi obat yang bersangkutan. Tetapi, kondisi tersebut sebenarnya dikenal sebagai keratosis pilaris, suatu kondisi kulit yang terjadi ketika Anda tidak mendapatkan cukup asam lemak esensial, seng, atau vitamin A. Jika tak ingin mengalami keadaan tersebut, tingkatkan konsumsi asam lemak esensial seperti omega-3 dari ikan salmon, serta makanan yang kaya vitamin A seperti ubi jalar dan sayuran berdaun hijau gelap.

Post Author: Filda Fajriati