Macam – Macam Penyebab Vertigo Dan Pencegahannya.

sumber foto : houstonmethodist.org

Vertigo merupakan kondisi dimana diri semdiri atau sekitar kita terasa berputar yang terjadi secara tiba – tiba. Gejala dari serangan vertigo berbeda – beda, ada yang ringan maupun yang berat maupun snagat parah, akibatnya, beberapa aktifitas yang dikerjakan menjadi terhambat, karena vertigo ini dapat menyebabkan hilang keseimbangan dan juga disorientasi.

Pada saat menyerang penderita, vertigo yang dirasakan bisa bermacam – macam, berupa pusing ringan yang muncul secara berkala, jika vertigo sudah parah, biasanya memiliki durasi yang lama dan berlangsung sampai beberapa hari, sehingga pendertita tidak dapat beraktifitas seperti biasanya.

 

Penyebab Vertigo Berdasarkan Jenis – Jenisnya

Vertigo dibagi menjadi beberapa jenis, dan masing – masig jenis vertigo ini memiliki penyebab yang berbeda. Menurut Kementrian Kesehatan RI secara garis besar bahwa vertigo dapat terjadi karena gangguan pada otak dan juga telinga bagian dalam. Selain itu, faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit ini ada dua jenis, yang dimana keduanya memiliki beberapa klasifikasi yang sesuai dengan penyebabnya sendiri. Dua jenis vertigo yang berdasarkan faktor utama yang berbeda adalah vertigo perifera dan vertigo central.

  1. Vertigo Periferal

Vertigo periveral merupakan salah satu jenis vertigo yang paling umum dialami oleh banyak orang yang ditimbulkan dari gangguan yang terjadi pada telinga bagian dalam yang memiliki fungsi sebagai mengatur keseimbagan tubuh manusia. Gejala yang dapat terjadi berupa sakit dan pusing, ini bisa terjadi akibat peradangan atau infeksi virus. Vertigo periferal terbagi menjadi beberapa klasifikasi yang diantaranya adalah :

  • Vestibular Neuronis

Merupakan peradangan pada saraf telinga yang terhubung langsung dengan otak yang muncul akibat infeksi virus secara tiba – tiba. Dapat berlangsung ber jam – jam dalam sehari, seseorang akan hilang keseimbangan dan juga mual – mual.

  • BPPV (benign paraxysmal positional vertigo)

Kondisi BPPV terjadi biasanya pada seseorang yang menjalani operasi telinga, tahap pemulihan suatu penyakit, atau mengalami infeksi telinga. Ditimbulkan dari vestibuler telinga yang terganggu perubahan gerak dan posisi kepala secara tiba – tiba. Situasi ini dapat berlangsung dalam waktu relatif lebih singkat, dan lebih rentan terjadi pada seseorang lanjut usia dan tidak menutup kemugkinan terjadi pada anak muda.

  • Penyakit Meniere

Penyakit meniere merupakan gejala langka yang menyerang bagian dalam teliga. Meskipun jarang, kondisi ini bisa menimbulkan kambuh yang relatif parah. Dalam beberapa kasus seseorang akan merasa telinganya berdengung bahkan hingga kehilangan pendengaran.

  • Riwayat Cedera dan Labrinitis

Pada saat mengalami cedera pada kepala, Anda akan lebih rentan untuk terserang vertigo. Begitu juga saat ada infeksi pada telinga bagian dalam yang sampai menyebabkan peradangan atau labrinitis.

  1. Vertigo Central

Vertigo central merupakan kondisi yang dipicu oleh cabellum atau yang disebut otak kecil yang dikarenakan oleh beberapa hal berikut :

  • Tumor otak yang memengaruhi otak kecil
  • Neuroma akustik atau tumor jinak yang muncul pada vestibular, yaitu saraf yang menghubungkan otak dengan telinga. Biasanya, ini dipicu oleh kelainan genetik
  • Migrain atau sakit kepala Rasa nyeri berdenyut lebih sering dialami oleh kalangan muda
  • Penyumbatan pembuluh darah pada otak atau yang biasa dikenal dengan stroke
  • Multiple sclerosis atau gangguan pada sistem saraf pusat yang dipengaruhi kekebalan tubuh.

Berikut ini cara mencegah vertigo yang efektif dan ada baiknya untuk dilakukan:

  1. Kurangi konsumsi garam

Bagi penderita vertigo yang disebabkan Meniere, sangat disarankan untuk mengurangi jumlah asupan garam. Sebab, dengan mengurangi asupan garam dapat menurunkan tekanan dari endolimfatik. Lalu, mengurangi asupan garam juga membantu menurunkan frekuensi serta tingkat parahnya serangan Meniere.

  1. Hindari posisi pemicu vertigo

Sedangkan vertigo yang disebabkan BPPV justru bergantung posisi kepala. Itulah mengapa, ada baiknya menghindari gerakan kepala pada posisi yang sering memicu vertigo.

  1. Kontrol tekanan darah, kolesterol, dan stop merokok

Para penderita vertigo yang memiliki risiko stroke wajib mengontrol tekanan darah dan kolesterol yang tinggi serta berhenti merokok. Hal tersebut untuk mencegah risiko kanker yang meningkat serta vertigo yang semakin parah.

  1. Jalani gaya hidup sehat

Agar vertigo tidak muncul kembali, maka usahakan untuk selalu penuhi kebutuhan cairan harian, konsumsi makanan sehat dan seimbang, istirahat dan tidur cukup, serta hindari stres.

Post Author: Filda Fajriati